Deretan Kasus Penipuan Berkedok Investasi, dari MeMiles hingga Swissindo

Deretan Kasus Penipuan Berkedok Investasi, dari MeMiles hingga Swissindo

Berita Online 0 Comment

Deretan Kasus Penipuan Berkedok Investasi, dari MeMiles hingga Swissindo

eroerojp.com – Masalah penipuan berkedok investasi kembali jadi perhatian publik belakangan ini.

Paling baru yaitu pengungkapan masalah investasi meMiles.

Ditreskrimsus Polda Jawa timur menyebutkan jika praktik investasi bodong meMiles itu punya omzet sampai Rp 750 miliar. Hal tersebut seperti dikabarkan Kompas.com (5/1/2020).

Di bawah ini beberapa praktik penipuan berkedok investasi bodong di Indonesia yang bikin rugi banyak faksi semenjak 2015:

Dikutip dari Di antara, investasi ilegal meMiles digerakkan terduga berinisial KTM (47) serta FS (52) dengan memakai nama PT Kam and Kam.

PT itu berdiri semenjak 8 bulan yang lalu tanpa ada kantongi izin.

Menurut web MeMiles, investasi bodong ini menerangkan dianya jadi basis aplikasi yang beroperasi di sektor digital Advertensi menggabungkan 3 tipe usaha yaitu advertensi, market place serta traveling.

Masalah ini menyeret juga beberapa nama artis dan bagian keluarga Cendana.

Dalam periode waktu 8 bulan, meMiles telah sukses memperoleh 240.000 anggota.

Langkah kerja meMiles dengan ajak anggota masuk jadi pemasang iklan atau jadi orang yang bekerja mengambil.

Bermodalkan yang kecil, tiap anggota diiming-imingi bonus besar seperti mobil, ticket berlibur sampai handpone.

Simak juga: Kenal Investasi Bodong MeMiles Beromzet Rp 750 Miliar serta Langkah Kerjanya

Pada 2015, warga sempat digemparkan dengan masalah investasi bodong “GIG Tissue”.

Merilis Tribunnews (5/6/2015), penipuan itu menyertakan Kamal Tarachand Mirchandani, WNI keturunan India.

Dari data kepolisian, korban yang termakan penipuan GIG Tissue sekitar 3.131 orang.

Antara beberapa ribu orang itu beberapa artis seperti Rijal Djibran ikut juga terbawa.

Waktu itu, GIG Tissue adalah produk investasi yang dikeluarkan oleh PT Bintara Eximindo.

Produk itu bergerak dalam bagian pemasaran iklan untuk produk tisu.

Merilis dari Di antara (5/6/2015), Kamal tawarkan keuntungan besar pada client yang simpan investasi rata-rata Rp 1 juta sampai Rp 471 juta.

Simak juga: Untuk Waktu Depan, Lebih Baik Menabung atau Investasi?

Baca Juga : Gerah Dihakimi Akun Gosip, Pramugari Garuda Sidi Siwi Tulis Sindiran?

Masalah investasi bodong yang pernah berada di Indonesia setelah itu PT Satria Investment Global (SIG).

Merilis dari Di antara, proses hukum masalah itu sudah berjalan semenjak 2012, tetapi sampai 2019 tidak ada perubahan.

Masalah itu mengonsumsi minimal 700 korban di Kota Palembang, Sumatera Selatan.Mengenai kerugian beberapa korban sampai Rp 67 miliar.

Investasi bodong yang pernah menggelisahkan warga yang lain ialah yang dikerjakan oleh PT Mione Global Indonesia (PT MGI).

Merilis dari pemberitaanKompas.com (3/11/2017) penipuan itu sudah mengonsumsi korban dengan kerugian Rp 400 miliar.

Dalam masalah penipuan ini aktor berinisal KWC yang disebut pria berkewanegaraan Malaysia jadi buron karena ada di luar negeri.

Sesaat 2 terduga berinisial ES serta DH yang disebut direksi perusahaan ditahan polisi.

Masalah penipuan ini dikerjakan dengan tawarkan iming-iming mendapatkan keuntungan dengan terlebih dulu beli pulsa telephone pegang atau listrik.

Merilis Di antara (2/8/2018), penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi serta Spesial Bareskrim Polri tangkap pimpinan United Nation Kepercayaan Orbit Swissindo (UN Swissindo), Soegiharto Notonegoro di Cirebon.

UN Swissindo adalah instansi yang mengklaim dianya dapat menyejahterakan rakyat Indonesia serta dapat melunasi utang umat manusia.

Karena produk yang ditawarkan ialah pembebasan utang karena itu selanjutnya disebutkan dengan sekte pembebas utang.

Swissindo tawarkan voucer yang disebutkan voucer M1 yang selanjutnya voucer itu dapat diganti ke beberapa bank untuk dicairkan beberapa uang.

Disamping itu, UN Swissindo seperti dikutip Kompas.com (24/8/2017) akui jadi instansi dunia yang dapat keluarkan surat pelunasan utang.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top