Kebangetan! Pria Lempari TK di Bekasi Pakai Batu, Sebabnya Sepele

Kebangetan! Pria Lempari TK di Bekasi Pakai Batu, Sebabnya Sepele

Berita Online 0 Comment

Kebangetan! Pria Lempari TK di Bekasi Pakai Batu, Sebabnya Sepele

eroerojp.com – Suasana sekolah, apalagi TK yang isinya anak-anak umur 5 – 7 tahun memang riuh. Tapi, seorang pria di Bekasi sengaja melempar baru ke Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Raihan Islamic School, Cibarusah, Bekasi. Sebab, dia merasa terganggu.

Pria 38 tahun bernama Jaya itu melempari TK dengan batu dua kali pada Rabu (13/11/2019). Karena insiden itu, kegiatan anak-anak yang bernyanyi sempat terhenti. Pihak TK pun melaporkan kejadian ini ke polisi.

Untungnya, lemparan batu Jaya mengenai pagar. Para guru sempat menegur dan menanyakan alasan aksi pelemparan batu itu. Pelaku berkilah melakukan itu karena istirahatnya terganggu.

“Pelaku mengatakan (kepada guru) ‘berisik, mengganggu orang istirahat!’ sambil kembali mengambil batu dan hendak melempar kembali,” ujar Sukarman.

Para guru TK itu kemudian melaporkan aksi pelaku ke ketua RT setempat. Setelah itu, para guru membuat laporan ke Polsek Cibarusah. Polisi telah mendatangi rumah pelaku, tapi pelaku tidak berada di tempat. Sejumlah saksi juga telah diperiksa.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus pelemparan batu ini. Pelaku terancam dijerat Pasal 335 ayat 1 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. Dipastikan, tak ada korban dalam kejadian ini.

Baca Juga : Fenomena Pengguna GrabWheels Yang Kurang Sadar Aturan

Hanya saja, kata Sukarman para murid sempat ketakutan. Untungnya, mereka segera diajak masuk kelas oleh gurunya. Dilaporkan, bakal dilakukan mediasi antara pelaku dan pihak TK.

Kejadian seperti ini bukan tak mungkin membuat anak trauma. Ya, kejadian mengerikan bisa membekas di benak anak, Bun. Dilansir Child Mind, ada beberapa reaksi yang bisa mengurangi risiko anak mengalami trauma, antara lain.

– Memeluk anak atau mengatakan padanya bahwa semua akan baik-baik saja. Ini akan membuat mereka merasa aman.

– Jangan bereaksi berlebih. Usahakan orang dewasa tetap tenang karena anak akan ikut panik, enggak nyaman, bahkan menangis bila melihat orang dewasa panik

– Jelaskan ke anak apa yang terjadi dengan tetap memastikan semuanya sedang atau sudah ditangani

– Akui perasaan anak dan ajak dia untuk relaks. Misalnya dengan mengajak dia menarik napas panjang.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top