Sejarah Asal Usul Nama Merek Dunia, Google karena Salah Ketik

Sejarah Asal Usul Nama Merek Dunia, Google karena Salah Ketik

Berita Bola, Berita Online 0 Comment

Sejarah Asal Usul Nama Merek Dunia, Google karena Salah Ketik

Perusahaan besar memang selalu menjaga nama baik brand. Pasalnya, sebuah brand tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Selain dibutuhkan kerja keras serta ketekunan berkelanjutan untuk membuat nama merek mereka dikenal masyarakat, sejarah penamaan merek juga memegang peranan penting. Penemuan nama brand terkenal ternyata muncul dari beragam ide. Ada yang secara sengaja dan ada yang berawal dari ketidaksengajaan.

1. Pepsi (diambil dari istilah medis untuk gangguan pencernaan)

Penemu Pepsi, Caleb Davis Bradham, awalnya ingin menjadi dokter. Namun karena keluarganya mengalami kesulitan ekonomi ia memutuskan berhenti dari sekolah kedokteran dan menjadi seorang apoteker.

Pepsi yang aslinya dikenal sebagai “Minuman Brad,” dibuat dari campuran gula, air, karamel, minyak lemon, dan pala. Tiga tahun kemudian, Bradham mengganti minuman ciptaaanya itu yang diyakini membantu pencernaan menjadi “Pepsi-Cola,” diambil dari kata dyspepsia, yang berarti gangguan pencernaan.

2. Google (tercipta karena salah ketik)

Nama Google muncul dari sesi curah pendapat di Universitas Stanford, Amerika Serikat (AS). Saat itu pendiri Larry Page yang menjadi mahasiswa Universitas Stanford memiliki ide membuat situs web indeks data besar-besaran dengan mahasiswa pascasarjana lain.

Salah satu gagasannya adalah nama “googolplex” salah satu angka yang paling mudah dijelaskan. Nama “Google” muncul setelah salah satu siswa tidak sengaja mengeja kata salah. Page kemudian mendaftarkan perusahaannya dengan nama ini.

3. McDonald (nama dua saudara lelaki yang mengelola restoran burger)

Raymond Kroc, pendiri McDonald, adalah seorang penjual mesin milkshake ketika ia pertama kali bertemu dua bersaudara Dick dan Mac McDonald, yang mengelola sebuah restoran burger di San Bernardino, California pada 1940. McDonald bersaudara membeli beberapa Multimixer Kroc-dan dia sangat terkesan dengan restoran burger McDonald.

Kesan tersebut membuat Kroc memutuskan menjadi agen mereka dan mendirikan waralaba di seluruh AS. Bertahun-tahun kemudian, Kroc membeli hak merek seharga USD2,7 juta atau setara sekitar Rp36 miliar yang kemudian dinamainya dengan McDonald.

4. Adidas (berasal dari julukan sang pendiri)

Jika Anda, mengira nama Adidas berarti “Sepanjang Hari Saya Memimpikan Sepak Bola,” Anda salah. Ternyata merek pakaian olahraga ini dinamai merujuk pada nama pendirinya yakni Adolf Dassler alias Adi Dassler, yang mulai membuat sepatu olahraga ketika ia kembali dari melayani perbekalan Jerman di Perang Dunia I. Menurut LA Times, nama Adidas menggabungkan julukannya, Adi, dan tiga huruf pertama dari nama belakangnya Dassler.

Baca Juga : Bupati Banjarnegara Pamer Slip Gaji di Medsos, Hanya Rp 5,9 Juta

5. Rolex (berasal dari bisikan seseorang)

Hans Wilsdorf, pendiri Rolex, awalnya menginginkan nama merek yang dapat dikatakan dalam bahasa apa pun. “Saya mencoba menggabungkan huruf-huruf alfabet dengan segala cara yang memungkinkan,” kata Wilsdorf. “Ini memberiku beberapa ratus nama, tapi tidak ada yang merasa benar. Hingga suatu pagi, saat naik di dek atas omnibus yang ditarik kuda di sepanjang Cheapside di Kota London, seseorang berbisik ‘Rolex’ di telingaku. ”

6. Zara (aslinya bernama Zorba)

Pendiri merek fashion ternama Zara, Amancio Ortega awalnya menamai usahanya setelah terinspirasi film kesukaannya Zorba the Greek tahun 1964. Tapi ini tidak bertahan lama. Toko pertama yang dibuka di La Coruna, Spanyol pada 1975, kebetulan berada dua blok dari sebuah bar bernama Zorba.

Ortega sudah berniat mematenkan nama merek usahanya ketika pemilik bar mengeluh kepadanya karena bingung nantinya bakal dua usaha dengan merek yang sama. Pada akhirnya, Ortega merevisi nama usahanya dan secara diubahkan menjadi Zara.

7. IKEA (berasal dari inisial pendiri dan nama desa)

Asal usul merek IKEA bukan berasal dari bahasa Swedia, negara tempat pendiri merek yang menjual barang-barang perlengkapan rumah tangga ini berasal. Sang pendiri Ingvar Kamprad memilih nama merek dengan menggabungkan inisial namanya sendiri, IK, dengan huruf pertama dari pertanian dan desa, tempat ia tumbuh dan berkembang di Swedia selatan: Elmtaryd dan Agunnaryd.

8. Starbucks (dinamai sesuai karakter dalam Moby-Dick)

Pendiri Starbucks, Gordon Bowker menceritakan pada awalnya, mereka menginventarisir kata-kata yang dimulai dengan “st” untuk menamai usaha mereka. Ketika Bowker dan teman-temannya mencari-cari nama, seorang konsultan merek Heckler mengeluarkan peta gunung Rainer dan Cascade tahun 1800an.

Dalam peta tersebut, terdapat salah satu kota pertambangan bernama Starbos yang menarik perhatian Bowker. Dirinya segera teringat pada salah satu awak kapal Pequod dalam kisah epik Moby Dick yakni “Starbuck”. Lalu mereka menambahkan huruf “s” di belakang kata tersebut agar terdengar lebih “enak” saat diucapkan.

9. Nike (dewi kemenangan Yunani)

Nike didirikan pada 1964 sebagai Blue Ribbon Sports, dan ia tidak menggunakan nama mereka seperti saat ini hingga 1971. Salah satu pendiri Bill Bowerman – pelatih trek dan lapangan – dan Phil Knight, pelari jarak menengah dari Portland, ingin menjadikan nama “Dimensi 6” pada awalnya. Justru nama Nike merupakan usulan karyawan pertama Nike yakni Jeff Johnson yang berarti dewi kemenangan Yunani.

10. Amazon (sungai terbesar di dunia)

Ketika Amazon pertama kali diluncurkan pada 1995, sang pendiri Jeff Bezos punya ide berbeda untuk nama mereknya. Bezos ingin menamai toko buku daringnya Cadabra. Tetapi pengacara pertama Amazon, Todd Tarbert, berhasil meyakinkannya bahwa nama itu terdengar terlalu mirip dengan mayat.

Bezos juga dikatakan menyukai nama Relentless, dan jika Anda mengunjungi Relentless.com hari ini, Anda akan dialihkan ke situs web Amazon. Hingga akhirnya Bezos setujui menamai usahanya dengan Amazon, terinspirasi dari nama sungai terbesar di dunia.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top