Dipaksa “Split” oleh Guru Menari, Bocah 6 Tahun Ini Berakhir Lumpuh

Dipaksa “Split” oleh Guru Menari, Bocah 6 Tahun Ini Berakhir Lumpuh

Berita Online 0 Comment

Dipaksa “Split” oleh Guru Menari, Bocah 6 Tahun Ini Berakhir Lumpuh

eroerojp.com – Seorah bocah berusia 6 tahun di Cina berakhir lumpuh setelah dipaksa oleh guru menarinya melakukan peregangan kaki atau yang biasa disebut split.

Dalam video yang beredar, gadis yang diketahui bernama Tongtong itu terlihat sedang berbaring di lantai ketika gurunya menarik kakinya sampai ke kepala.

Setelah melakukan split, Tongtong sempat bisa berjalan, meski ia berjalan dengan limbung dan nggak stabil. Kemudian, ia berusaha berdiri tapi tak bisa karena kakinya tak mampu digerakan.

Melihat ada yang nggak beres, guru menari Tongtong bergegas menghampiri bocah 6 tahun itu. Namun Tongtong masih nggak bisa menggerakkan kakinya.

Akhirnya Tongtong segera dilarikan ke rumah sakit di mana dokter menyebut dia cedera tulang belakang. Sejak saat itu, Tongtong lumpuh.

Seperti diberitakan Asia One, Ibunya yang disebut bermarga Li menuturkan, dokter memintanya untuk nggak terlalu berharap putrinya itu bakal segera pulih.

Berdasarkan keterangan dokter, Tongtong diduga sempat cedera minor ketika tengah berlatih. Lalu ketika si guru memintanya split, hal tersebut membuat kondisinya memburuk.

Baca Juga : Kesal Dikaitkan dengan Video Syur, Ini Kerugian yang Dialami Gisella Anastasia

Juru bicara akademi menari di Henan, China, yang diikuti Tongtong selama dua tahun terakhir, Wang, menuturkan mereka menerapkan pelajaran normal.

“Untuk situasi yang terjadi dalam pelajaran normal, saya pikir anak ini mempunyai sejumlah masalah mendasar,” ujar Wang kepada jurnalis.

Dia mengatakan akademi sudah membayar biaya berobatnya sebagai iktikad baik. Namun, mereka mengaku tak bisa meneruskannya di masa depan.

Li mengungkapkan akademi menari tempat Tongtong berlatih awalnya terus memberikan bantuan ketika anaknya itu mengalami cedera.

Namun mereka segera berhenti mengunjungi atau meneleponnya begitu mengetahui kondisi bocah itu tak mengalami peningkatan.

“Dia begitu senang untuk menari. Sebagai orangtua, saya memberikan yang terbaik untuk mendukungnya. Kini, dia tak akan bisa menari lagi,” ratapnya.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top