Bocah SD ini dibully gara-gara mengumpulkan PR

Bocah SD ini dibully gara-gara mengumpulkan PR

Berita Bola, Berita Online 0 Comment

Bocah SD ini dibully gara-gara mengumpulkan PR

eroerojp.com – Meskipun sudah beberapa kali disorot dan menjadi perhatian publik, perilaku bullying masih terus terjadi. Mirisnya, bullying tidak hanya terjadi di tingkat sekolah menengah atau perguruan tinggi, tapi juga terjadi di tingkat sekolah dasar. Mengherankan bagaimana bocah bisa bersikap kasar dan intimidatif terhadap teman seumurannya.

Contoh kasus bullying di sekolah dasar dialami oleh seorang pelajar SD dari Malaysia ini. Tidak main-main, dia bahkan sampai ditusuk pensil di bagian dada oleh pelaku bullying. Aksi tidak terpuji ini berawal ketika bocah tersebut hendak mengumpulkan PR kepada gurunya. Namun, dia dipaksa agar tidak menyerahkan tugasnya oleh pelaku bullying tersebut.

Baca Juga : Seseorang Menaruh Bangkai Binatang di Restoran Ruben Onsu

Bocah ini pun berkeras hendak menyerahkan karena itu adalah kewajibannya sebagai seorang pelajar. Karena tidak menurut, pelaku pun menusukkan pensil ke bagian dadanya. Tusukan ini merobek baju seragamnya, mengenai kulit, hingga menancap di dalam tubuh bocah malang itu.

Kisahnya diviralkan oleh sang ibu yang tidak terima anaknya dibully sampai mengalami kekerasan fisik seperti itu. Di rumah saja dia tidak pernah menghukum anaknya dengan cara demikian, eh kok anak orang malah gampang banget main tusuk-tusuk.

Ibu dan ayah, jika anak-anak kita pernah mengeluh tentang ditindas, jika mereka mengatakan uang sakunya diambil, jika mereka mengatakan mereka tidak merasa nyaman dan takut untuk pergi ke sekolah, jika anak-anak kita tiba-tiba marah atau menunjukkan perubahan apa pun, tolong, jangan tinggal diam. ” tulisnya di Facebook dengan nama Mell Koleksi Balqison.

Parahnya lagi, si pelaku bullying ketika menusuk pertama kali, menyadari kalau pensil itu tumpul. Dia lalu mengambil pensil yang lebih tajam dan kembali menusuk dada korban. Dia juga berteriak-teriak sambil dilihat oleh teman sekelas. “Aku akan membunuhmu! Bagus untukmu!” teriak pelaku.

Yang bikin aneh adalah sang guru yang tidak mengambil tindakan apapun. Dia justru mengatakan kepada orangtua korban bahwa bocah yang menusuk anaknya hanya main-main saja. Penusukan hingga anak pensil tertancap ke dada dianggapnya sebagai sebuah candaan. Sebuah opini yang cukup mengerikan dari seorang guru. Kalau ini saja dianggap candaan, lalu gimana lagi kalau serius?

Kemudian terungkap bahwa anak Mell tak hanya kali itu saja dibully. Anak-anak kelas lain juga sering memalak dan mengambil uang jajannya sehingga anak itu kelaparan di sekolah. Dia ternyata siswa baru di sekolah tersebut sehingga belum punya cukup teman untuk membela. Untungnya, dokter berhasil melepaskan ujung pensil yang menancap di dada bocah itu.

Cerita ini pun viral dan menuai amarah dari netizen. Kalau sedari bocah saja sudah berani melakukan bullying dan tidak ditegur oleh guru, bakal seperti apa mereka kelak saat sudah dewasa?

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top