Overstay di Saudi, Rizieq Harus Bayar Denda Jika Ingin Pulang

Overstay di Saudi, Rizieq Harus Bayar Denda Jika Ingin Pulang

Berita Online 0 Comment

Overstay di Saudi, Rizieq Harus Bayar Denda Jika Ingin Pulang

eroerojp.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengatakan jika Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab telah tidak mempunyai izin tinggal di Kerajaan Arab Saudi (KAS). Rizieq sudah melebihi izin waktu tinggal overstay di Tanah Suci itu semenjak 21 Juli 2018 kemarin.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan permasalahan overstay ini yang membuat Rizieq tidak dapat pulang ke Indonesia. Agus menyebutkan Rizieq harus membayar denda over stay terlebih dulu bila ingin tinggalkan Saudi.

“Ya bayar denda overstay (jika ingin keluar Arab Saudi). Seseorang Rp110 juta, jika lima orang, ya, tinggal kalikan saja,” kata Agus waktu di konfirmasi, Rabu (10/7).

Agus menjelaskan denda itu harus dibayar oleh Rizieq dengan catatan yang berkaitan tidak mempunyai permasalahan hukum. Tetapi, Agus tidak tahu apa Rizieq punyai permasalahan hukum disana. Dia mengatakan Rizieq lah yang dapat menjawab hal itu.

Agus mengatakan permasalahan over stay ini dapat dituntaskan oleh Rizieq tak perlu membayar denda. Triknya, katanya, Rizieq dapat ikuti program Amnesti yang dibikin Kerajaan Arab bila ingin gratis alias tidak membayar denda.

Baca Juga : Aksi Indonesia Tendang Balik 210 Ton Sampah ke Australia Disorot Dunia

“Tiga tahun waktu lalu ada amnesti. Pengampunan dari kerajaan,” tuturnya.

Agus mengutarakan ada langkah lain yang dapat ditempuh Rizieq bila ingin pulang ke Indonesia. Tetapi cara barusan termasuk berlebihan. Menurut dia, langkah berlebihan itu dapat dikerjakan dengan hadir ke detensi imigrasi ditempat supaya diamankan serta dideportasi.

“Itu langkah berlebihan jika ingin cepat pulang,” katanya.

Permasalahan pulangnya Rizieq yang telah tinggal seputar dua tahun lebih di Saudi kembali muncul ditengah-tengah gagasan rekonsiliasi selesai Pemilihan presiden 2019, di antara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku jika pemulangan Rizieq jadi satu diantara ketentuan rekonsiliasi. Tetapi, pemulangan Rizieq jadi ketentuan rekonsiliasi ke-2 tim dipandang aneh oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Menurut dia, Rizieq sendiri yang pilih pergi ke Saudi. Moeldoko mengatakan Rizieq yang semestinya pulang sendiri ke Tanah Air sebab pemerintah tidak sudah pernah minta dia pergi.

Rizieq sendiri telah mengaku masa aktif visanya serta keluarga sudah habis. Menurut dia, bila izin waktu tinggal sebab masa aktif visa sudah habis dianya dapat terserang sangsi denda serta blacklist dari Saudi.

Dia tidak ingin mendapatkan sangsi berbentuk denda atau blacklist dari Saudi sebab melebihi izin waktu tinggal.

“Oleh karena itu sekarang ini saya serta keluarga di Arab Saudi tanpa ada kurangi rasa hormat serta terima kasih kami pada pemerintah Arab supaya bisa mencabut cekal itu tanpa ada denda serta tanpa ada blacklist hingga kami sekeluarga masih dapat keluar masuk ke Arab Saudi dengan bebas, setiap saat tanpa ada menyalahi ketentuan di Arab,” tutur Rizieq akhir September 2018 kemarin.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top