Polisi Tilang Pengguna GPS Saat Berkendara

Polisi Tilang Pengguna GPS Saat Berkendara

Berita Online 0 Comment

Polisi Tilang Pengguna GPS Saat Berkendara

Polisi Tilang Pengguna GPS Saat Berkendara

eroerojp.com, Polri serta Polda Metro Jaya ‘tak pandang bulu’ akan tindak tegas pengendara yang intensif memakai Global Positioning Sistem (GPS). Tilang bisa diresmikan untuk semua kendaraan untuk tingkatkan keamanan di jalan raya.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lantas Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Herman Ruswandi menuturkan jika menetapkan tilang bila pengendara terpaku pada GPS pada telephone genggam serta alat pelacak atau GPS yang di jual di market.

“Telah satu minggu lantas mulai kami tilang sebab telah jelas itu basic hukumnya,” kata Herman pada CNNIndonesia.com lewat telephone waktu lalu.

Herman menuturkan akan menangkap pengendara dengan dua masalah yang ada di Undang Undang (UU) Nomer 22 tahun 2009 mengenai Lantas Lintas serta Angkutan Jalan.

Bacalah juga : Rafathar & Jan Ethes Bertemu dalam Satu Mobil, Intip Keseruan Mereka Bareng Jokowi, Raffi & Nagita

Pertama masalah 106 ayat 1 bunyinya tiap-tiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan harus mengemudikan kendaraan dengan lumrah serta penuh konsentrasi. Dalam perihal ini mengemudikan GPS serta terpaku pada monitor dipandang mengganggu konsentrasi.

Lalu, dia meneruskan masalah itu dikorelasikan dengan Masalah 283 jika tiap-tiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dengan tidak lumrah serta lakukan pekerjaan lainnya atau di pengaruhi oleh satu kondisi yang menyebabkan masalah konsentrasi dalam mengemudi di Jalan seperti disebut dalam Masalah 106 ayat 1.

Intimidasi hukumnya pidana kurungan sangat lama tiga bulan atau denda sangat optimal Rp750 ribu.

“Saya fikir semua Polda di Indonesia dapat lakukan pengusutan yang sama sebab telah ada dasarnya. Ini dikerjakan utamanya untuk keselamatan,” kata Herman.

Masalah 106 ayat 1 serta 283 awal mulanya digugat oleh pengendara yang terhimpun dalam komune mobil Toyota Soluna serta perkumpulan pengemudi online. Akan tetapi, oleh Mahkamah Konstitusi (MK) tuntutan uji materi tidak diterima.

Selain itu berdasar pada polling CNNIndonesia.com** pada sosial media pada 499 responden, menuturkan 44 % orang Indonesia memakai hp waktu berkendara sebab ingin memakai GPS.

Korps Lantas Lintas Polri awal mulanya sudah sempat mengatakan pemakaian GPS waktu mengemudi bisa, akan tetapi mesti memercayakan nada, bukan terpaku pada monitor.

Selain itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merekomendasikan jika pemakaian GPS yang benar seperti pengemudi mobil minta pertolongan pada penumpang untuk memonitor tujuan sesuai dengan aplikasi GPS.

Begitupun pengendara sepeda motor, GPS mesti dioperasikan oleh penumpang. Bila tidak ada ‘asisten’, pengemudi mesti menepikan kendaraan, baru sesudahnya memonitor GPS.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top