Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan, Ini Kumpulan Quotes Novelis NH Dini yang Menyentuh Hati

Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan, Ini Kumpulan Quotes Novelis NH Dini yang Menyentuh Hati

Berita Online 0 Comment

Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan, Ini Kumpulan Quotes Novelis NH Dini yang Menyentuh Hati

Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan, Ini Kumpulan Quotes Novelis NH Dini yang Menyentuh Hati

eroerojp.com, Sastrawan NH Awal wafat pada Selasa (4/12/2018). NH Awal wafat karena kecelakaan di Semarang, mobil yang ditumpanginya tertimpa muatan truk.

Sewaktu hidupnya, NH Awal diketahui rajin melahirkan karya. NH Awal mulai menulis syair serta sajak semenjak kelas tiga SD.

Seperti diambil dari Wikipedia, NH Awal sempat mencapai penghargaan SEA Write Award di bagian sastra dari Pemerintah Thailand.

Walau demikian NH Awal telanjur dicap menjadi sastrawan di Indonesia. Dia sendiri mengakui hanya seseorang pengarang.

Bacalah juga : Suami Bunuh Istri yang Baru 7 Bulan Dinikahi, Nangis Bersujud ke Ayah dan Ngaku Masih Cintai Korban

Awal suka sekali tuangkan kenyataan kehidupan, pengalaman pribadi serta kepekaan pada lingkungan ke tiap-tiap tulisannya.

Lalu sebab kegemarannya itu NH Awal digelari pengarang sastra feminis. Pendiri Pondok Baca NH Awal di Sekayu, Semarang ini telah melahirkan beberapa puluh karya.

Karya NH Awal yang sangat diketahui salah satunya Pada Satu Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977).

Lalu ada Beberapa orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), sampai Hati yang Damai (1998).

Karya itu belumlah termasuk juga karya-karya NH Awal berbentuk himpunan cerpen, novel, atau narasi masa lalu Tidak kayal quotes NH Awal begitu menarik untuk dibaca lagi atau diberikan.

Dalam dunia maya, quotes NH Awal banyak bersebaran.

Di bawah ini quotes inspiratif NH Awal seperti dirangkum Tribunstyle.com dari Goodreads.com!

#1 Rasa sedih Bukan untuk Dibiarkan

“Rasa sedih untuk tidak dipampangkan pada kebanyakan orang. Itu ialah suatu yang semestinya diimpit-diindit, diselinapkan dibalik susunan penutup. Sebab rasa sedih ialah perihal yang begitu pribadi, seperti rahasia, mesti disembunyikan dari pandang orang yang lain.” ― Nh. Dini**

#2 Kira pekerjaan ialah pekerjaan yang enjoy

“Dalam mengarang saya belum pernah terburu-buru. Saya kira pekerjaan mengarang ialah pekerjaan yang enjoy, yang perlu ditangani dengan suka hati. Jika saya menulisnya dengan tergesa-gesa, bermakna dengan hati yang jengkel, jadi bisa diyakinkan jika si pembaca akan merasakan.”
― Nh. Awal

#3 Puasa mengajari sampai manakah kekuatanku

“Aku diajar berpuasa bukan sebab agama, bukan sebab kemauan naik surga. Kakek mengajarku buat meredam kemauan, untuk tahu sampai dimana saya bisa mengendalikan kemampuan.”
― Nh. Awal, Satu Lorong di Kotaku

Selamat jalan NH Awal, karyamu kekal!

Urutan Kecelakaan

NH Awal atau wanita pemilik nama komplet Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin wafat di umur 82 tahun. Seperti dikutip Tribunstyle.com dari Kompas.com, NH Awal wafat karena kecelakaan di tol Semarang.

NH Awal meniggal waktu ada di IGD rumah sakit Elisabeth pada jam 16.30 WIB.

Kepala Humas RS Elisabeth, Probowati Candronegoro, menjelaskan mobil yang dikendarai NH Awal tertimpa muatan truk yang berada di depannya.

Waktu tanjakan tol Tembalang, satu truk nomer polisi AD 1536 JU berhenti mendakak sebab rusaknya mesin. Waktu pengemudi coba melakukan perbaikan serta meneruskan perjalanan, truk tidak diduga berjalan mundur.

Truk lalu mengenai mobil Toyota Avanza yang ditumpangi NH Awal. Mengakibatkan, NH Awal serta sang sopir Avanza dibawa ke RS Elizabeth.

Sang sopir alami luka dibagian tangan serta kaki. Sedang NH Awal alami luka dibagian kaki serta kepala. Nass waktu dibawa ke RS, NH Awal wafat.

Probo menjelaskan, awal mulanya NH Awal sudah sempat melakukan program teratur akupuntur atau tusuk jarum.

“Mobil yang dikendarai alami kecelakaan. Lantas korban dibawa ke IGD untuk dicheck MRI,” jelas Probo.

Sekarang jenazah masih tetap disucikan di RS Elisabeth sebelum dimakamkan di Wisma Lanjut usia Keinginan Asri. NH Awal gagasannya akan dikremasi di pemakaman Kedungmudu, Semarang, pada Rabu (5/12/2018).

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top