Tradisi Minum Air Seni Unta ala Masyarakat Yaman, Berani Coba?

Tradisi Minum Air Seni Unta ala Masyarakat Yaman, Berani Coba?

Berita Online 0 Comment

Tradisi Minum Air Seni Unta ala Masyarakat Yaman, Berani Coba?

Tradisi Minum Air Seni Unta ala Masyarakat Yaman, Berani Coba?

eroerojp.com, Bicara mengenai kebiasaan memang tidak ada habisnya. Tiap-tiap kebiasaan yang datang dari dalam ataupun luar negeri mempunyai keunikan serta keunikannya semasing.

Meskipun prosesi serta tata langkah realisasinya banyak yang mengundang pro-kontra, kebiasaan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia. Masalahnya kebiasaan ialah satu bentuk kearifan lokal yang mempunyai arah mulianya semasing.

Yaman contohnya, untuk mengobati penyakit serta mengawasi kesehatan, penduduknya lakukan satu kebiasaan turun-temurun yakni minum air seni unta. Ya, air seni unta.

Bacalah juga : Main dengan Abangnya, Bocah 6 Tahun Tewas Tercebur Sumur

Air seni unta diakui penduduk di Semenanjung Arab mempunyai manfaat yang baik buat kesehatan. Menenggak urin unta dipercaya bisa menyembuhkan penyakit pada pria serta membuat badan sehat dan bugar.

Sedang buat wanita, air seni unta diakui bisa menangani permasalahan pada rambut seperti rambut rontok. Dengan konsumsi air seni unta, penduduk Yaman yakin jika kulit kepala mereka semakin lebih sehat, kerontokan menyusut, serta nanti rambut mereka bisa menjadi sehat, lebih indah, serta mengkilap. Wah, menarik sekali, kan?

Akan tetapi langkah mengkonsumsinya berlainan. Buat pria, mereka harus menenggak air seni dari hewan berpunuk itu. Sedang wanita atau beberapa orang yang memerlukan manfaat urin ini pada rambutnya, mereka bisa membuatnya menjadi tonic atau shampo.

Menariknya, sebab praktek kebiasaan konsumsi air seni unta terjadi dengan turun-temurun serta dipandang mempunyai manfaat yang mengagumkan, seringkali dokter di Yaman meresepkannya buat beberapa pasien.

Begitupun dengan pihak salon yang punyai urusan dengan permasalahan rambut konsumennya. Sebagian dari mereka memakai air seni unta menjadi treatment alami untuk kurangi rambur rontok beberapa pelangganya.

Tidak hanya bisa menyembuhkan penyakit pada pria serta kurangi kerontokan rambut, air seni unta dipercaya penduduk Yaman bisa menyembuhkan kanker serta penyakit liver. Konsumsi air seni serta susu unta ikut beritanya bisa menyembuhkan proriasis atau peradangan menahun pada kulit.

Sayang, opini ini nyatanya ditentang oleh Kampus Sanaa, kampus pertama di Yaman yang sudah berdiri semenjak 1970. Kampus Sanaa mengaku jika air seni unta bisa membahayakan skema pencernaan manusia.

Akan tetapi dibalik keyakinan masyarakat Arab terutamanya Yaman pada kebiasaan ini, nyatanya kebiasaan minum air seni unta ini telah ada sejak dahulu saat. Sebab kebiasaan ini, beberapa peternak unta nomaden yang hidup dengan berpindah-pindah bisa lebih gampang memperoleh uang.

Pasalnya dengan unta yang mereka bawa serta, mereka dapat jual air seni ke tiap-tiap tempat yang mereka kunjungi, seandainya tempat itu menjalankan kebiasaan konsumsi air seni unta. Pasalnya peternak unta umumnya bertempat di beberapa daerah terpencil seperti Propinsi Hudeida serta Mukallah.

Walaupun dipercaya mempunyai beberapa jenis manfaat buat badan manusia serta di tawarkan menjadi salah satunya ‘cara’ wisatawan alami kehidupan ala penduduk lokal, nyatanya dengan ilmiah, statistik riset mengenai urin unta masih tetap jarang diketemukan. Hingga lumrah saja bila kebiasaan ini masih tetap jadi perbincangan serta tentu saja memunculkan pro-kontra.

Dikutip US News, WHO (World Health Organization) menyarankan supaya praktek minum air seni unta di stop. Menurut WHO, minum air seni unta bisa tingkatkan kesempatan MERS (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus).

Menurut launching paling akhir yang diedarkan organisasi kesehatan dunia itu, ada seputar 64 masalah penyakit di Korea Selatan yang datang dari unta. Lima salah satunya bahkan juga bisa mengakibatkan kematian.

Menjadi aksi mencegah, WHO bahkan juga menekan penduduk untuk hindari susu ataupun urin unta menjadi bahan mengkonsumsi. Lebih berlebihan kembali, penduduk bahkan juga dihimbau untuk menjauhi unta.

WHO merekomendasikan supaya tiap-tiap orang yang lakukan kontak fisik dengan hewan, terpenting unta harus bersihkan badan untuk meminimalkan kekuatan virus yang tersebar. Contohnya dengan membersihkan tangan sebelum dan setelah menyentuh hewan dan hindari hewan yang sakit.

Kebiasaan minum air seni unta di Yaman bukan kebiasaan pertama atau hanya satu yang memetik pro-kontra. Di lainnya negara, ada kebiasaan Grindadrap di Denmark yang lakukan pembantaian dengan besar-besaran pada ikan lumba-lumba serta menarik perhatian beberapa pemerhati binatang.

Di Kenya, Afrika, Suku Pokot mempunyai kebiasaan yang ditentang oleh UNICEF serta PBB sebab dipandang melanggar hak kemanusiaan, Yakni kebiasaan sunat wanita dengan arah mengawasi kesetiaan mereka pada suaminya nantinya sekaligus juga menjadi proses perubahan jadi wanita.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top