Gojek-Grab Perang Tarif, Pengemudi Mati di Tengah-tengah

Gojek-Grab Perang Tarif, Pengemudi Mati di Tengah-tengah

Berita Online 0 Comment

Gojek-Grab Perang Tarif, Pengemudi Mati di Tengah-tengah

Gojek-Grab Perang Tarif, Pengemudi Mati di Tengah-tengah

eroerojp.com, Mendekati Ramadan 2015, Go-Jek, aplikasi ride-sharing yang baru berusia seputar enam bulan, meluncurkan program “Ceban Mendekati Ramadhan”. Lewat program itu, pemakai Go-Ride bisa diantarkan ke maksudnya semasing –tak lebih dari 25 kilometer– cukup dengan biaya Rp10 ribu. Taktik promo itu sukses.

“Karena sangat jumlahnya orang yang memakai promosi itu, Go-Jek meledak jadi service aplikasi no. 1 di Jakarta. Kami turut kaget,” tutur pendiri Go-Jek, Nadiem Makarim.

Pada umumnya, elemen tarif Go-Ride terbagi dalam tarif basic serta tarif per km.. Tarif basic ialah tarif rata berbatas jarak spesifik. Pada 2015, jarak 0-6 km. dihargai Rp15 ribu. Sekarang, berdasar pada uji-coba aplikasi Go-Ride untuk melancong dari lokasi Kemang Timur Raya ke beberapa macam tempat, tarif 0-5 km. dibanderol Rp8 ribu. Sesaat tarif per km. adalah tarif penambahan yang diresmikan bila pemakai melewati ketetapan jarak dari tarif basic.

Bacalah juga : Ma’ruf soal Budek dan Tuli: Kalau Dianggap Masih Melukai, Saya Meminta Maaf

Turun-naik tarif Go-Jek merentang jauh sampai awal munculnya aplikasi yang sekarang bertitel Unicorn. Tiga bulan setelah promosi “Ceban Mendekati Ramadhan” digelindingkan, Go-Ride merubah tarifnya. Pas pada September 2015, Go-Ride menetapkan tarif sebesar Rp15 ribu untuk 6 km. pertama di jam-jam repot. Lebih dari 6 km., pemakai ditanggung cost sebesar Rp2.500 setiap penambahan km.. Di luar jam-jam repot, pemakai Go-Ride terkena tarif rata sebesar Rp15 ribu untuk jarak optimal 25 km..

Di awalnya kehadirannya, Go-Ride membanderol tarif per km. sebesar Rp4.000. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, tarif Go-Ride per km. itu selalu alami pergantian. Pada 2018, tarif per km. Go-Ride alami seringkali pergantian. Pada Juni 2018, tarif per kilometernya dibanderol Rp2.200 sampai Rp3.300. Semenjak November, tarifnya Rp1.200 per km..

Salah satunya fakta naik turunnya tarif Go-Jek ialah untuk mengawasi irama keinginan serta penawaran pasar. Michael Say, Vice President Corporate Affair Go-Jek, menjelaskan jika hanya satu kompetitor Go-Jek sekarang ialah Grab, serta mereka tawarkan tarif yang lebih bersaing dibanding Go-Jek.

“Kalau (tarif Go-Jek) tidak sesuai (keadaan pasar) demand-nya kelak geser,” tutur Say.

Pengucapan Michael itu seirama dengan ungkapan Nadiem Makarim pada medio 2015 kemarin. Mencuplik kabar berita Viva Nadiem menjelaskan, “menurunkan tarif ialah pilihan supaya pengemudi ikut memperoleh order selalu di dalam membludaknya pemesanan pada aplikasi kami.”

Tarif Murah Go-Jek Mengorbankan Pengemudi

Pada Agustus 2018, Channel News Asia memberikan laporan Chief Executive Officer (CEO) Go-Jek, Nadiem Makarim, menyebutkan jika semua posisi layanan yang digerakkan Go-Jek begitu dekat untuk mendapatkan keuntungan, terkecuali posisi transportasi. Dengan tersirat, Nadiem kelihatannya ingin menjelaskan jika posisi transportasi Go-Jek, yaitu Go-Ride serta Go-Car, yang jadi citra perusahaan, berjalan dengan membakar uang.

Buat beberapa pengemudinya, Go-Ride memang dipandang kurang menguntungkan. Animin, seseorang pengemudi Go-Jek, menjelaskan dengan tegas jika dianya bertambah cepat bisa uang melalui Go-Food. Diluar itu, point saat ambil order Go-Food semakin besar daripada ambil order Go-Ride, plus ada beda bonus yang semakin besar di Go-Food.

“Bertambah untuk Go-Food,” tutur Animin. “Bahkan, ada pengemudi Go-Jek yang hanya ingin terima order Go-Food.”

Trisna, pengemudi Go-Jek lainnya, mengamini pengakuan Animin. Tuturnya, Go-Food membuahkan point yang semakin besar, yang punya pengaruh pada penghasilan harian yang dapat dibawa pulang.

Dikutip dari situs sah Go-Jek, point buat Go-Food memang semakin besar dibanding Go-Ride. Point basic Go-Food pada hari Senin-Jumat adalah 1,5 point. Pada Sabtu-Minggu pointnya jadi 2. Lantas, ada penambahan point dari 1 sampai 1,5 untuk keadaan spesifik, contohnya ambil order pada jam 16.00-20.00 serta ambil order Go-Food bernilai lebih dari Rp200 ribu.

Point optimal yang dapat didapat dari ambil sekali order Go-Food ialah 4, sesaat point optimal sekali ambil order Go-Ride cuma 2. Bila dikalkulasikan, beberapa poin itu dapat dikonversi jadi uang sampai sejumlah Rp200.000 untuk 30 point.

Fluktuasi tarif Go-Ride membuat pengemudi seperti Animin mesti bersiasat. Sebab tarif basic sekarang bernilai Rp8.000, Animin mengakui cuma senang ambil order Go-Ride dengan jarak tidak lebih dari 10 km.. Menurut dia, ini lebih menguntungkan. Dengan tarif basic sebesar itu serta tarif per km. dibanderol Rp1.200, mengantarkan penumpang dengan jarak lebih dari 10 km. lebih menguntungkan penumpang, bukan pengemudi seperti dianya.

Perihal seirama dikatakan Fikri, pengemudi Go-Jek. Tuturnya, dia juga lebih senang dengan order Go-Ride jarak pendek. Cuma seputar 5 km..

Banyak pengemudi Go-Jek sekarang terasa jadi pengemudi tidak kembali semenggiurkan saat service ini pertama-tama muncul. Menurut mereka, di waktu awal, pengemudi Go-Jek dapat mendapatkan Rp500 ribu /hari cuma dari Go-Ride. Sekarang, kata Animin, ambil order Go-Ride diambil sebab perlu, bukan sebab penghasilan. Repotnya juga, aduan pengemudi sering tidak digubris.

“Demo-demo agar tarif lebih wajar ngga ngaruh. Kami hanya partner, bukan karyawan Go-Jek. (Ibaratnya) jika perlu ya silahkan mengambil, jika tidak perlu, ya tidak perlu diambil.”

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top