Tragis, Anak yang Dibakar oleh Ibu Kandungnya Sendiri Akhirnya Tewas

Tragis, Anak yang Dibakar oleh Ibu Kandungnya Sendiri Akhirnya Tewas

Berita Online 0 Comment

Tragis, Anak yang Dibakar oleh Ibu Kandungnya Sendiri Akhirnya Tewas

Tragis, Anak yang Dibakar oleh Ibu Kandungnya Sendiri Akhirnya Tewas.

eroerojp.com, Jessica Mananohas, siswa kelas 4 SD di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, tergolek meredam perih di Rumah Sakit Liun Kendage, Tahuna, sebab luka bakar.

Anak wanita berumur 10 tahun ini ialah korban kesadisan ibu kandungnya sendiri.

Dengan sadar anak ini disiram minyak tanah lalu disulutkan api sampai Jessica alami luka bakar kronis sampai 85 % di sekujur badan termasuk juga mukanya.

1. Dirawat lumayan lama di dalam rumah sakit

Peristiwa pembakaran sebetulnya terjadi semenjak 12 September 2018 kemarin. Saat perawatan di dalam rumah sakit, Eci (demikian panggilan akrabnya) ikut dinanti oleh sang ibu.

Bacalah juga : Video Ular Kobra 2 Meter di Kantor DPRD Basel Kejutkan Anggota Dewan, Hampir Masuk Ruang Kerja

Pada account facebook Jull Takaliuang diterangkan jika Eci sudah sempat melakukan 2 kali operasi. Semenjak operasi pertama Eci diisolaso di ruangan PICU serta tidak diperkenanlan dijenguk oleh siapa saja terkecuali tantenya dia panggil ‘Mama Lala’ serta ‘Tua’ yang dengan bergantian mendampinginya.

Eci masih kuat melalui saat-saat kritisnya. Jull ikut bercerita, tiap-tiap 2 hari sekali, luka bakar Eci dirawat.

Saat beberapa minggu keadaan Eci belum juga konstan. Luka dibagian belakang tubuhnya masih tetap begitu kronis. Aromanya kadang-kadang tercium sampai keluar ruang menurut narasi Jull.

Jull ialah orang yang tetap mencari penggalangan dana untuk penyembuhan Eci saat luka bakarnya dirawat di dalam rumah sakit. Tetapi dia tidak bercerita, apakah sebagai pemicu sampai ibu kandung Eci tega lakukan perihal tersbeut pada darah dagingnya sendiri.

2. Jessica Mananohas, anak malang yang dibakar ibunya ini pada akhirnya wafat

Tidak kuat menawahan sakit di semua tubuhnya, bahkan di mukanya Jessica pada akhirnya wafat. Benar-benar mencengangkan pemicu Olga Semet, ibu kandung Eci tega lakukan hal tersebut sebab dia terasa jengkel.

Menurut Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, “terduga waktu itu tengah mencari pisau tetapi ke-2 anaknya diam tidak ada yang jawab waktu dia tidak temukan pisau yang dicari itu. ”

Emosi Olga makin jadi. Dia ambil pelepah kelapa serta sudah sempat memukul kaki ke-2 anaknya. Lalu Olga menarik rambut Jessica serta membenturkan ke pintu. Sesudah itu baru Olga menyiram minyak tanah serta membakar anaknya.

“Terduga ambil galon yang berisi minyak tanah serta menyiram ke badan korban,” kata Dedi.

Sekarang ini ibu korban telah ditangkap, “Terduga ditahan di Mapolres Sangir Talaud untuk ditangkap,” kata Dedi.

3. KPAI memberi dukungan aksi hukum buat aktor walau itu ibu kandung korban

Respon KPAI atas peristiwa, Rita Pranawati, Wakil Ketua KPAI, Komisioner Bagian Pengasuhan, memberi tanggapannya, “Peristiwa ananda J yang alami kekerasan oleh orang tuanya sendiri bukan yang pertama.

KPAI menyesalkan masih tetap ada peristiwa masalah kekerasan yang dikerjakan oleh orangtuanya sendiri menjadi penanggung jawab penting pengasuhan.”

Apa pun yang melatarbelakangi kondisi sang ibu kandung, tidak dibetulkan bila dia membakar anaknya sendiri.

“Tetapi fakta apa pun tidak dibetulkan, orang-tua terpenting mencari pilihan keadaan anak,” tutur Rita pada Popmama.com saat diwawancarai.

“Anak bukan hak punya yang bisa diperlakukan seperti barang. Anak miliki harkat martabat kemanusiaan yang harus dilindungi serta dihormati. KPAI menggerakkan proses hukum buat aktor sama dengan ketetapan yang laku supaya jadi pelajaran buat semua pihak,” papar Rita.

Keterkaitan orang seputar begitu penting serta bermakna menjadi mencegah supaya tidak membuat satu peristiwa kekerasan pada anak makin kronis.

“Waktu satu keluarga alami kesusahan serta telah mulai melampiaskan pada anak, jadi tetangga butuh ada menolong menangani kesusahan serta mengawasi anak-anak. Bila tetangga terasa jika hal itu masuk ranah privacy, tetangga bisa memberikan laporan ke piranti desa/kelurahan paling dekat hingga anak bisa terselamatkan.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top