Termasuk Pusaka yang Bernilai Tinggi, Beginilah Cara Pembuatan Keris

Termasuk Pusaka yang Bernilai Tinggi, Beginilah Cara Pembuatan Keris

Berita Online 0 Comment

Termasuk Pusaka yang Bernilai Tinggi, Beginilah Cara Pembuatan Keris

Termasuk Pusaka yang Bernilai Tinggi, Beginilah Cara Pembuatan Keris

eroerojp.com, Keris adalah satu pusaka yang mempunyai nilai tinggi, baik dari sisi falsafah ataupun estetika. Membuatnya juga tidak sesaat serta diperlukan ketrampilan spesial.

Keris pada awal kelahirannya digunakan menjadi alat spiritual, yang lalu berpindah jadi alat membantu pertanian. Bersamaan perubahan jaman, keris sudah sempat digunakan menjadi senjata perang sampai alat manifestasi politik.

Namun, keris lalu kembali berpindah manfaat, yaitu jadi simbol-simbol spesifik dalam kehidupan penduduk (ageman) yang mempunyai nilai estetika.

Berdasar pada serat Centhini, keris paling tua adalah keris pada masa Kabudhan, Singasar, Kediri, Jenggela, serta Segaluh. Lalu berlanjut pada masa Kuat Sepuh, yaitu jaman Padjajaran, Mahapahit, serta Tuban.

Bacalah juga : Lombok jadi tema National Costume Indonesia di Miss Grand International 2018

Kuat atau masa ke-3 dari perubahan keris ialah kuat tengah, yang terbagi dalam jaman Pajang, serta Mataram. Kuat paling akhir ialah kuat nem-neman, seperti masa Kartasura serta Surakarta, serta Yogyakarta.

Dalam membuatnya, diperlukan 3 bahan baku, yaitu besi, baja, serta nikel atau batu meteror.

Tersebut beberapa tahapan pembuatan keris, seperti yang diterangkan oleh Konservator Museum Keris Solo Anjang Pratama, di Jalan Bhayangkara Nomer 2, Sriwedari, Laweyan, Surakarta, Senin (24/9/2018).

1. Menjadikan satu Besi serta Pamor

Tingkatan pertama ialah memadukan besi unit (wesi saton) serta pamor (nikel atau batu meteor), lewat cara menyisipkan pamor di tengahnya besi.

Sesudah itu, bahan itu ditempa dengan suhu kira-kira 1.600 derajat celcius sampai percikan api mengghilang.

“Percikan api menghilang memberikan indikasi material telah bersih,” tutur Anjang. Pamor berikut yang nanti akan menimbulkan corak-corak pada keris.

2. Menjadikan satu Baja

Tingkatan setelah itu masukkan bahan baku baja. Baja ini diselipkan di dalam besi serta pamor yang telah menyatu pada tingkatan awal mulanya. Bahan baku itu lalu kembali ditempa.

Nanti, susunan keris dari terluar ialah besi, di tengahnya ada pamor, lalu besi, dan baja.

3. Pemotongan

Sesudah dikumpulkan, sisi ekor besi dipotong supaya jadi ganja (sisi bawah keris). Pada step ini, bisa tampak calon keris.

4. Pecah perabot

Tingkatan setelah itu membuat perlengkapan serta ukiran-ukiran.

Perlengkapan keris sendiri salah satunya, warngka (sarung keris), deretan (hulu/handle/pegangan keris), pendhok (kelengkapan dari warangka), dan mendak serta respek (dipasang diantara deretan serta bilah keris).

5. Pengerasan

Sesudah itu, tingkatan kelanjutan dari pembuatan keris ialah pengerasan. Pada step ini, keris masuk dalam proses pengerasan susunan mikro.

Dimana calon keris dibakar pada suhu spesifik serta dimasukkan ke cairan spesifik.

6. Marangi

Proses paling akhir dalam pembuatan keris ialah menimbulkan pamor. Perihal ini dikerjakan dengan memakai warangan (cairan air jeruk nipis yang digabung dengan arsenikum).

Warangan ini bisa menimbulkan susunan hitam dari susunan besi keris, serta warna nikel masih berwarna putih.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top