Sebanyak 56 Siswa SMP di Surabaya Suka Silet Tangan Sendiri, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebanyak 56 Siswa SMP di Surabaya Suka Silet Tangan Sendiri, Ternyata Ini Penyebabnya

Berita Online 0 Comment

Sebanyak 56 Siswa SMP di Surabaya Suka Silet Tangan Sendiri, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebanyak 56 Siswa SMP di Surabaya Suka Silet Tangan Sendiri, Ternyata Ini Penyebabnya

eroerojp.com, Banyak langkah yang biasa dikerjakan seorang untuk menurunkan perasaan depresinya. Diantaranya yaitu dengan melukai dianya.

Seperti yang teradi pada 56 siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya.

Merilis Tribun Jawa timur, sekitar 56 siswa di salah satunya SMP negeri di Surabaya mempunyai rutinitas yang cukuplah membuat kita bergidik. Yakni mereka suka menyilet atau melukai pergelangan tangannya sendiri.

Atas persoalan ini, Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini, terjun langsung menyambangi sekolah itu untuk memberi motivasi pada semua murid, Senin (10/9/2018).

Bacalah juga : Viral, Video Caleg Cantik Ngaku Putuskan Pacar karena Beda Partai Politik, Maju DPR-RI Dapil Sumbar

Tidak hanya motivasi, Ia juga memberi penghargaan pada siswa yang berprestasi.

Menurut Risma, motivasi serta support ini begitu terpenting supaya anak-anak di sekolah yang dekat dengan eks lokalisasi itu dapat kembali pada jalan yang benar.

“Menjadi ini permasalahannya sama untuk sekolah yang dekat lokalisasi. Menjadi dia miliki permasalahan didalam rumah, impact-nya ke anak-anak ini serta yang lainnya lantas muncul empati,” kata Risma.

Nyatanya, ini bukan masalah untuk kali pertamanya.

Dulu waktu Risma akan tutup lokalisasi Dolly serta Jarak, dianya banyak temukan anak-anak yang mempunyai permasalahan didalam rumah hingga jadi beban waktu di sekolah.

Hingga tidak dikit anak-anak yang mempunyai tingkah laku menyelimpang dibanding dengan anak yang tinggal di lingkungan keluarga normal.

Serta melukai diri pribadi adalah langkah anak-anak itu melampiaskan depresinya. Oleh karenanya, persoalan seperti ini mesti selekasnya dituntaskan serta tidak bisa dipandang remeh.

Risma mengakui dianya akan lakukan langkah spesial untuk anak-anak yang memiliki masalah.

“Hampir separo anak-anak disini ini miliki permasalahan. Karena itu saya tengah meminta perlindungan, kami juga memberi pendampingan psikolog serta memberikan mereka hypnotherapy dan trauma healing,” tegasnya.

Wali kota Surabaya itu akan membawa siswa SMP N itu ke Liponsos Kalijudan untuk melihat anak-anak berkebutuhan spesial.

Maksudnya ialah untuk buka pikiran anak-anak supaya mereka masih bersukur.

Nyatanya masalah ini terkuak waktu seseorang guru di SMP N itu melapor ke kepolisian serta minta pertolongan kontrol.

Karena ada seputar 56 siswa mempunyai luka berbentuk sayatan di pergelangan tangan mereka.

Sesudah diselidiki, mereka melukai diri pribadi karena ada desakan batin, permasalahan sekaligus juga permasalahan psikologis.

Oleh karenanya, Risma minta pertolongan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan, untuk memberi perlakuan intens pada murid di SMP N itu, terutamanya mereka yang memiliki permasalahan.

“Dari psikolog kelak akan muncul permasalahannya apakah. Kelak baru kita tangani,” kata Ikhsan.

Perlakuan ini bukan sekedar berkaitan keadaan mental saja, tetapi perlakuan mendalam lintas organisasi piranti daerah juga.

Barusan pagi, beberapa murid telah mulai diakukan oleh psikolog untuk menggali info dari mereka.

Awal mulanya Risma berfikir permasalahan penutupan eks lokalisasi Dolly serta Jarak telah selesai, nyatanya efek yang dirasa malah masih tetap ada.

“Selalu jelas saya fikir sesudah kita tutup, saya cuma perlu mengatasi anak yang membutukan perlakuan spesial saja. Tetapi nyatanya kami masih tetap miliki PR,” kata Risma selesai memberi motivasi.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top