Pura-pura Jadi Pembantu, Sekeluarga Gasak Emas Setengah Kilogram

Pura-pura Jadi Pembantu, Sekeluarga Gasak Emas Setengah Kilogram

Berita Online 0 Comment

Pura-pura Jadi Pembantu, Sekeluarga Gasak Emas Setengah Kilogram

Pura-pura Jadi Pembantu, Sekeluarga Gasak Emas Setengah Kilogram

eroerojp.com, Satu keluarga dibekuk deretan Unit Reserse Kriminil Polres Cimahi. Emas perhiasan seberat hampir 1/2 kg digasak beberapa aktor bersama barang bernilai yang lain dengan modus berpura-pura jadi pembantu.

Beberapa aktor yakni Amung Mulyana (58), istrinya Cucu Saryatin (43) serta anaknya Andri Putra Jaya (20). Peristiwa pencurian berjalan tanggal 4 September 2018 di Jalan Sriwijaya, Kota Cimahi, waktu pemilik rumah yang disebut majikan tidak ada didalam rumah.

Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Niko N Adiputera menuturkan, kesuksesan pengungkapan masalah bermula dari laporan polisi pada tanggal 4 September 2018 yang dilakukan tindakan dengan dikerjakan penyelidikan serta penyidikan. “Hingga lima hari lalu kami sukses tangkap tiga orang aktor, dua lelaki serta satu wanita di lokasi Plered, Kabupaten Purwakarta. Ketiganya adalah satu keluarga dengan status bapak, ibu, serta anak,” katanya di Mapolres Cimahi Jalan Jenderal Amir Mahmud, Kota Cimahi, Kamis 13 September 2018.

Bacalah juga : Pembunuhan Potong Kelamin, Tetangga Tak Ada yang Curiga

Dalam laganya, terduga Cucu pura-pura jadi pembantu didalam rumah korban. “Bekerja menjadi pembantu rumah tangga di Sriwijaya saat 4 bulan. Tanggal 4 September lakukan tindakan dengan perencanan yang telah diakui, lantas kabur ke Purwakarta. Mereka mengambil beberapa barang terpenting 1/2 kg emas serta barang lainnya seperti 2 HP serta 2 laptop dan 1 unit sepeda motor yang dibawa kabur,” katanya.

Dari barang yang diambil, waktu ditangkap pihaknya masih tetap temukan seputar 114 gr emas yang belumlah terjual dan beberapa barang yang dibeli hasil dari penjualan emas seperti perlengkapan rumah, parabola, sampai beli sepeda motor. “Uang hasil penjualan emas juga digunakan liburan ke obyek wisata seperti pantai di Sukabumi,” paparnya.

Beberapa terduga mengakui baru pertama kali lakukan kejahatan itu. “Mengakui baru pertama-tama tetapi aktor telah berencana menjadi pembantu di daerah Purwakarta. Peluang tengah berencana kejahatan sama,” katanya.

Karena tindakannya itu, beberapa terduga akan dijaring dengan masalah 363 serta 480 KUH Pidana, mengenai pencurian dengan pemberatan dan penadahan. “Ancaman hukuman optimal 7 tahun penjara,” katanya.
Waspada

Dalam tahun 2018, masalah kejahatan dengan modus berpura-pura jadi pembantu telah 2x disibak Satreskrim Polres Cimahi. Rata-rata aktor telah berencana kejahatan itu, dalam lakukan tindakan mereka tidak sendiri hingga kejahatan itu memerlukan peranan aktor lainnya.

“Rata-rata modus menjadi pembantu mustahil lakukan sendiri, tetapi menyertakan aktor lainnya. Seperti masalah ini, yang bekerja cuma ibunya. Kelak waktu lakukan tindakan bapaknya mengambil barang serta anaknya bekerja jual beberapa barang,” katanya.

Tindakan kejahatan itu jadikan uang menjadi arah utama. “Tentu saja yang dicari uang, atau barang yang dapat di jual menjadi uang. Aktor itu telah berencana, jika tidak ada harta, anak majikan akan dibawa dengan tujuan uang tebusan,” tuturnya.

Kejahatan itu telah direncanakan. “Semua tentu direncanakan, bukan kebetulan karena lihat ada harta. Waktu ditangkap wanita ini telah akan bekerja menjadi pembantu di Purwakarta, suaminya telah sewa ruko depan rumah itu menjadi penyamaran,” paparnya.

Pihaknya minta penduduk waspada tindakan kejahatan dengan modus pura-pura menjadi pembantu itu. “Berbaik kira bisa, tetapi lebih baik siaga. Janganlah asal perkerjakan orang yang tidak diketahui,” katanya.*

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top