Detik-detik Polisi Ringkus Oknum Bobotoh, Perekam Hampiri dan Beri Video Pengeroyokan pada Petugas

Detik-detik Polisi Ringkus Oknum Bobotoh, Perekam Hampiri dan Beri Video Pengeroyokan pada Petugas

Berita Online 0 Comment

Detik-detik Polisi Ringkus Oknum Bobotoh, Perekam Hampiri dan Beri Video Pengeroyokan pada Petugas

Detik-detik Polisi Ringkus Oknum Bobotoh, Perekam Hampiri dan Beri Video Pengeroyokan pada Petugas

eroerojp.com, Polisi secara cepat bisa mengidentifikasi beberapa aktor pengeroyokan Haringga Sirla karena video rekaman yang didapatkan dari seseorang Bobotoh.

Urutan polisi memperoleh rekaman video itu terkuak dalam program 86 Net TV yang sekarang jadi posisi pertama trending di YouTube.

Awalannya, Kapolrestabes Bandung Irman Sugema memerintah anggota Team Prabu untuk mendatangi tempat terdapatnya pengeroyokan yang berada di stadion GBLA.

Beberapa anggota Team Prabu lalu mendatangi tempat serta temukan Haringga sudah meninggal dengan keadaan terluka kronis serta telah tertutupi koran.

Bacalah juga : Detik-detik Polisi Ringkus Oknum Bobotoh, Perekam Hampiri dan Beri Video Pengeroyokan pada Petugas

Waktu itu, ada massa Bobotoh di seputar jenazah Haringga.

Akan tetapi beberapa Bobotoh mengakui tempat pengeroyokan bukan disana, mereka mengakui membawa jenazah itu sebab di tempat pengeroyokan kebanyakan massa.

Waktu jenazah masih tetap tergeletak menanti ambulans datang, seseorang Bobotoh mendekati Team Prabu yang berjaga, mengakui jika dianya mempunyai rekaman video tindakan pengeroyokan pada Haringga Sirla.

Anggota Team Prabu segera menanggapi Bobotoh itu dengan minta menunjukkan video itu. Bobotoh itu mengakui dia sendiri yang merekam video itu waktu tindakan pengeroyokan.

“Saya mah cuma video saja waktu itu, atuh karunya (kasihan), Pak,” kata Bobotoh itu pada polisi.

Dia lantas mentransfer rekaman video itu pada Team Prabu.

Realitas lainnya berkaitan masalah itu juga disibak oleh Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang diupload lagi pada 25 September 2018 kemarin.

Nyatanya Persija Jakarta sudah sempat menerbangkan drone mata-mata beberapa saat sebelum Haringga Sirla dikeroyok supporter Bobotoh.

Gede Widiade bercerita jika seputar jam 10.00 WIB, Minggu (23/9/2018), dianya sudah sempat minta seseorang rekanan untuk menerbangkan drone mata-mata di tiap-tiap pintu masuk ke stadion.

Gede Widiade bercerita jika teror yang dihadapi Persija sebelum laga diawali.

Dari drone itu, kata Gede Widiade, paling akhir supporter telah berlaga brutal melempari petugas dengan botol sebab tidak kebagian ticket.

Kapolrestabes Bandung, Irman Sugema, juga mengutarakan jika ada salah satunya janji yang dipungkiri panitia pelaksana (panpel) laga Persib VS Persija.

Janji yang dipungkiri itu ialah janji mempersiapkan monitor besar di tiap-tiap pintu untuk pemirsa yang tidak kebagian ticket masuk.

Semenjak awal, polisi sebetulnya memang tidak ingin pertandingan dikerjakan di hari Minggu, sebab tentu pemirsa membeludak, walau sebenarnya kemampuan stadion cuma 38.000 kursi.

Polisi menyarankan jika semestinya laga dikerjakan di hari Selasa, untuk hindari kepadatan serta kerawanan.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top