Fakta Menarik di Balik Foto-Foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Fakta Menarik di Balik Foto-Foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Berita Politik 0 Comment

Fakta Menarik di Balik Foto-Foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Fakta Menarik di Balik Foto-Foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

eroerojp.com, Jakarta – Peristiwa pengibaran bendera pusaka merah putih pada 73 tahun yang lalu adalah peristiwa bersejarah penting buat bangsa Indonesia. Peristiwa itu dipandang penting karena adalah titik puncak Indonesia untuk mengumumkan kemerdekaan sesudah 3,5 era lamanya dijajah.

Peristiwa pengibaran bendera pusaka Indonesia pada 17 Agustus 1945 tidak lewat diabadikan oleh camera punya Frans Mendur. Frans adalah hanya satu wartawan Indonesia yang sukses menyimpan peristiwa bersejarah bangsa Indonesia.

Bacalah juga : Terekam CCTV, Detik-detik Dua Pencuri Berpura-pura sebagai Penghuni Kontrakan lalu Gasak Motor

Ada beberapa photo yang sukses diamankan oleh Frans. hasil bidikan Frans dipandang seperti bukti histori kemerdekaan negara kita. Tersebut jejeran fotonya.

1. Photo Presiden Soekarno membacakan teks Proklamasi

Berikut photo pertama yang behasil diambil oleh Frans Mendur. Figur Soekarno yang tengah membacakan teks Proklamasi didampingi oleh Mohammad Hatta di Jl Pegangsaan, Jakarta.

Photo masih tetap hitam putih. Gambar bersejarah itu masih tetap ada sampai saat ini.

2. Dua photo waktu pengibaran bendera merah putih

Photo ke-2 serta ke-3 yang sukses diselamatkan Frans Mendur merupakan waktu kenaikan bendera pusaka. Pengibaran Bendera Pusaka ini pertama dinaikkan didalam rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, sesudah Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

3. Soekarno sakit malaria waktu membacakan naskah Proklamasi

Dibalik photo waktu Soekarno membacakan naskah proklamasi, nyatanya tengah menanggung derita sakit malaria. Persisnya dua jam sebelum pembacaan naskah Proklamasi, jam 08:00 WIB, Soekarno didiagnosa alami tanda-tanda malaria tertian. Suhu badannya tinggi karena bergadang untuk membuat ide naskah proklamasi bersama dengan sahabat-sahabatnya didalam rumah Laksamana Maeda.

Waktu itu dokter pribadi Soekarno hadir ke kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini, Jakarta Pusat, untuk mengecek keadaan Soekarno. Kemudian ia disuntik serta disuruh minum obat untuk lalu tidur. Kemudian Soekarno bangun jam 09.00 WIB serta lakukan upacara Proklamasi pada jam 10.00 WIB.

4. Bendera pusaka dijahit dari kain sprei

Pada 16 Agustus 1945, istri Soekarno, Bu Fatmawati telah mempersiapkan kain yang bagus untuk bendera merah putih. Akan tetapi, kain itu begitu kecil dengan panjang cuma 50 sentimeter.

Karena waktu yang mempet, Fatmawati akan memutus untuk mencari kain di almari. Selang beberapa saat, pada akhirnya ia temukan kain putih dari kain sprei. Sesaat kain merah ia bisa dari seseorang pemuda bernama Lukas Kastaryo yang dibeli dari penjual soto.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top