7-8-1620: Dituduh Penyihir, Ibu Astronom Johannes Kepler Ditangkap

7-8-1620: Dituduh Penyihir, Ibu Astronom Johannes Kepler Ditangkap

Berita Online 0 Comment

7-8-1620: Dituduh Penyihir, Ibu Astronom Johannes Kepler Ditangkap

7-8-1620: Dituduh Penyihir, Ibu Astronom Johannes Kepler Ditangkap

eroerojp.com, Stuttgart – Malam itu, 7 Agustus 1620, seseorang wanita sepuh ditarik paksa dari tempat tidurnya, diamankan, serta ditahan atas dakwaan menjadi tukang sihir atau penyihir.

Janda berumur 68 tahun itu dituduh memberi ramuan pada Ursula Reingold, yang malah membuat wanita itu sakit. Ada lagi yang konon lihat dia membunuh beberapa hewan bahkan juga merubah diri jadi kucing. Katharina dipakai keseluruhan 49 dakwaan mempraktikkan ‘seni terlarang’.

Pada Era ke-16 serta 17 dakwaan penyihir sering dilemparkan ke beberapa wanita yang bersumber pada eksekusi massal. Akan tetapi, yang berlainan dari masalah itu merupakan, sang pakar herbal, Katharina Kepler merupakan ibu dari astronom terpenting, Johannes Kepler.

Bacalah juga : Art Latte Maskot Asian Games ke-18 Lucu Dari Kayana Kopi

Johannes Kepler merupakan figur besar dalam histori sains. Salah satunya kontribusinya merupakan mencetuskan hukum pergerakan planet, yang sekarang ini masih tetap dipakai.

” Pagi hari itu, ia (Katharina) diinterogasi oleh Aulber, petugas pengadilan Güglingen, yang didampingi juru catat untuk merekam pengakuannya, ” demikian seperti diambil dari website Today I Found Out, Senin (6/8/2018),

Aulber berteriak-teriak mengarah terduga. Ia memaksanya mengakui. Satu untuk satu alat-alat penyiksaan diperlihatkan, jarum panjang, besi panas, catut, batang besi bergerigi, gantungan, serta banyak yang lain.

Aulber memaksa Katharina buka mulut, memberi pernyataan. Katanya, dengan itu, walau tidak akan selamat dari eksekusi dunia, ia sekurang-kurangnya ‘akan menghadap Tuhan dengan nurani yang bersih’.

Akan tetapi, Katharina bergerak. ” Kerjakan apa pun yang Anda ingin terhadapku. Bahkan juga bila Anda menarik satu untuk satu pembuluh darahku, saya tidak miliki apa pun untuk disadari. ”

Katharina dirantai di sel saat 14 bulan. ” Ia jadi subyek ancaman penyiksaan, ” kata Ulinka Rublack, pengajar histori di St John’s College, Cambridge yang mempelajari masalah Katharina Kepler seperti diambil dari The Guardian.

Lihat ibunya diperkarakan, Johannes Kepler juga tidak tinggal diam. Karena, resiko bahaya terpampang riil. Enam wanita di kotanya dilakukan bakar hidup-hidup atas dakwaan menjadi penyihir.

Pada 1620, Johannes Kepler yang namanya tenar menjadi astronom, astrolog, serta matematikawan lalu mengalihkan keluarganya, dari Linz ke Jerman selatan untuk memimpin pembelaan untuk sang ibu.

” Ia menggantikan persidangan, dengan merubah hidupnya, mengalihkan keluarganya sendiri, ” lebih Rublack.

Dalam bukunya, The Astronomer And The Witch, Rublack menyebutkan pembelaan Johannes Kepler menjadi ‘rhetorical masterpiece’ atau mahakarya retoris — yang berusaha menyanggah dakwaan penyakit magis melalui pengetahuan mengenai obat-obatan dan akal sehat.

” Dia begitu cermat temukan inkonsistensi (dalam dakwaan) serta membedahnya dengan begitu ilmiah, ” kata Rublack.

Pembelaannya sukses. Katharina Kepler dibebaskan pada musim gugur 1621. Akan tetapi, wanita itu wafat enam bulan setelah persidangan dinyatakan selesai.

Rublack menyampaikan, sampai sekarang ini, literatur dalam Bhs Inggris mengesankan jika Katharina Kepler memang seseorang penyihir.

Walau sebenarnya, faktanya tidak semacam itu. Rublack sudah meneliti dua bundel besar dokumentasi berkaitan kasusnya. ” Bila Anda membaca semua, tidak ada satupun yang tunjukkan jika ia merupakan seseorang penyihir. ”

Rublack menyampaikan, bukunya berusaha untuk tunjukkan apakah yang dihadapi Johannes Keppler serta keluarganya dalam persidangan yang berjalan saat enam tahun.

” Johannes Kepler serta ibunya sukses lewat salah satunya tragedi sangat epik di jaman perburuan penyihir, akan tetapi mereka masih mengawasi semangatnya, ” kata Rublack. ” Telah waktunya untuk mengevaluasi kembali mengenai bagaimana kedua-duanya digambarkan sampai kini. ”

Misteri Ledakan Dinamit yang Tewaskan 1. 000 Orang

Tidak hanya dakwaan sihir pada ibu Johannes Kepler, beberapa momen bersejarah juga berlangsung pada tanggal 7 Agustus.

Pada 1820, kentang pertama ditanam di Hawaii. Sesaat pada 1904 kereta api anjlok dari rel di Eden, Colorado di dalam banjir bandang yang berlangsung. Musibah itu menewaskan 96 orang.

Sesaat, pada 7 Agustus 1956, tujuh truk amunisi militer meledak di Cali, Kolombia, menewaskan lebih dari 1. 000 orang serta melukai beberapa ribu yang lain. Pemicu ledakan masih tetap misterius.

Hari awal mulanya, 20 truk penuh dinamit pergi dari kota Buenaventura. Truk-truk berhenti di Cali. Sekitar 13 truk lalu menuju Bogota, ibu kota Kolombia.

Tujuh yang lain, yang akan menuju beberapa kota, diparkir di pusat kota Cali semalaman. Pas sesudah larut malam, ke-7 truk tidak diduga meledak dalam reaksi berantai yang cepat.

Suatu stasiun kereta api di dekatnya hancur, juga barak tentara. Lima ratus tentara di barak meninggal dalam waktu relatif cepat. Lokasi tiga blok di kota padat masyarakat itu rusak kronis. Hampir tiap-tiap jendela dalam radius beberapa mil hancur.

Truk-truk pengangkut dinamit lenyap. Kawah besar tampil di tempat dimana mereka awal mulanya ada. Selain itu, pintu perunggu berat Katedral St. Paul copot serta terlontar sampai 10 blok jauhnya.

Presiden Kolombia, Jenderal Gustavo Pinilla, dengan terbuka menuduh jika teroris mesti disalahkan atas bencana itu. Akan tetapi, tidak ada bukti yang sempat diketemukan jika ledakan itu disengaja.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top