Ditjen PAS Beberkan Syarat Pembebasan Bersyarat untuk Ahok

Ditjen PAS Beberkan Syarat Pembebasan Bersyarat untuk Ahok

Berita Online 0 Comment

Ditjen PAS Beberkan Syarat Pembebasan Bersyarat untuk Ahok

Ditjen PAS Beberkan Syarat Pembebasan Bersyarat untuk Ahok

eroerojp.com, Kepala Sisi Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum serta HAM, Ade Kusmanto menyanggah berita yang mengedar tentang pembebasan bersyarat (PB) Basuki Tjahaja Purnama dengan kata lain Ahok. Ade menyebutkan Ahok belumlah mendapatkan pembebasan bersyarat.

” Sistem pembebasan bersyarat yang sekarang ini mengedar di media itu tidak benar. Jadi Pak Ahok belumlah bebas bersyarat, masih tetap melakukan pidana, ” tutur Ade pada CNNIndonesia. com, Rabu (11/7).

Ade menuturkan hingga sekarang ini belumlah ada mengajukan PB dari pihak Ahok. Juga demikian, Ahok harus penuhi beberapa prasyarat yang telah ditetapkan untuk mendapat PB. Salah satunya penuhi prasyarat administrasi, substansi, berkepribadian baik minimum sembilan bln. sebelum saat hari PB, serta telah melakukan 2/3 waktu hukuman.

Bacalah juga : Masa Tahanan Hingga September, Ahok Dikabarkan Bisa Bebas dari Penjara Agustus Tahun Ini

” Jika penuhi, Ahok dapat diusulkan untuk PB, ” kata Ade.

Terkecuali kriteria itu, keluarga Ahok harus juga memberikan surat pernyataan serta surat jaminan untuk Ahok mendapat PB. Jaminan itu salah satunya jika keluarga jamin Ahok menaati ketentuan sepanjang melakukan PB. Keluarga harus juga memasukkan surat info dari kelurahan rumah Ahok.

” Keluarga yang jamin. Keluarga inti. Itu dapat istrinya atau anaknya. Surat pernyataan serta surat jaminan, itu di ketahui oleh pemerintah ditempat, dalam hal tersebut kelurahan rumah berkaitan, ” katanya.

Tentang mengajukan PB itu, Ade menuturkan ada prasyarat lainnya, yaitu kajian dari petugas pembimbing kemasyarakatan dari kantor Balai PAS. TIm ini akan mempelajari terpenuhinya semuanya prasyarat untuk mengajukan PB.

” Hasil laporan riset kemasyarakatan itu yang jadi pertimbangan dalam sidang kemasyarakatan apakah Ahok memiliki hak ataukah tidak (mendapatkan PB), ” kata Ade.

Jika semuanya prasyarat itu tercukupi, jadi Ahok memiliki hak mendapat PB. Sepanjang melakukan PB, Ahok juga mesti harus lapor ke Balai PAS.

” Kelak team kemasyarakatan yang akan menilainya, berapakah kali Ahok harus lapor, dapat satu minggu 2 x atau satu minggu sekali, ” papar Ade.

Belumlah Tentu Agustus

Lebih jauh Ade menjelaskan, prasyarat paling utama dari demikian prasyarat mengajukan PB ialah telah melakukan 2/3 waktu hukuman.

Ahok sendiri divonis dua th. penjara oleh majelis hakim pada 9 Mei 2017. Mulai sejak itu Ahok mendekam di penjara. Ahok sudah sempat melakukan hukuman di Lapas Klas 1 Cipinang, sebelum saat dipindahkan ke Rutan Mako Brimob cabang Lapas Cipinang, Kelapa Dua, Depok. Hingga sekarang ini Ahok telah melakukan hukuman seputar setahun dua bln. dari vonis yang dia terima.

Tetapi Ade belumlah dapat memberikan perincian kapan persisnya hari di mana Ahok telah melakukan 2/3 waktu hukumannya. Yang pasti rumusnya ialah hukuman dikali dua dibagi tiga, dikurangi remisi.

” Rumusnya itu, persisnya kapan, belumlah dapat dikatakan, karena saya lupa kapan persisnya masuk penahanan, ” tutur Ade.

Tentang info yang mengedar jika Ahok akan mendapat PB pada Agustus yang akan datang, Ade menyatakan hal itu belumlah dapat di pastikan. Karena, Lapas Klas 1 Cipinang belumlah menyarankan PB.

” Belumlah bisa di pastikan Pak Ahok akan bebas bersyarat bln. Agustus. Karena hingga sekarang ini, Lapas Klas 1 Cipinang belumlah menyarankan pembebasan bersyarat Pak Ahok baik dengan on-line ataupun manual ke Ditjen PAS, ” tutur Ade.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top