Keceriaan warga Kampung Akuarium rayakan Idul Fitri

Keceriaan warga Kampung Akuarium rayakan Idul Fitri

Berita Online 0 Comment

Keceriaan warga Kampung Akuarium rayakan Idul Fitri

Keceriaan warga Kampung Akuarium rayakan Idul Fitri

eroerojp.com, Gema takbir bergema di permukiman padat masyarakat, Aquarium Village, Penjaringan, Jakarta Utara. Hawa sejuk menaikkan Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Tak ada emosi yang meluap saat tempat diratakan oleh tanah. Cuma senyum waktu memaafkan yang tampak.

Sebagian besar penghuni masih tetap ada didalam stan memiliki ukuran 3 x 5 mtr. persegi yang berdiri di sebidang tanah rata 2 th. waktu lalu menyiapkan keperluan semasing untuk melakukan Id Salat.

Bacalah jjuga : Driver Online Tewas Dibegal, Mayatnya Ditemukan Telanjang, Tersangkut di Bawah Jembatan Sungai Musi

Seperti ditulis Pada, pagi ini, reruntuhan sisa bangunan desa tak akan jadi panorama menguasai di Kampung Aquarium.

Tanah terlihat datar serta susunan aspal yang dihiasi sebagian pohon yang baru ditanam menukar panorama 2 th. waktu lalu sesudah penggusuran masa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ketika ini puing-puing bangunan berantakan serta masyarakat tinggal di bebrapa tempat tinggal darurat.

Dipanaskan dengan karpet yang digabungkan dengan terpal, masyarakat Aquarium Village di Blok A, B, serta C penjual berbarengan dengan sebagian masyarakat dari Aquarium Village dari luar penampungan serta masyarakat yang lain, menghadiri Id Salat dengan sungguh-sungguh di depan lapangan Musala Al Ma’mur yang baru usai. pada akhirnya Mei di lingkungan selter.

Sesudah Salat Id, seluruhnya warga Aquarium Village melayang di situasi Lebaran yang ceria. Ada yang mohon maaf sama-sama berkunjung ke diantara tetangga selincah, makan dengan lebaran Idul Fitri khas, seperti ketupat serta opor, hingga berswafoto berbarengan keluarga besarnya yang tanpa ada berniat berkumpul di tempat ini.

” Alhamdulillah, saya terasa suka berkumpul berbarengan waktu Lebaran th. itu, bukan sekedar warga yang masih tetap bertahan disini, namun dengan juga masyarakat akuarium yang ada diluar serta keluarga mereka masih tetap tertambat disini, ” kata Musala gubernur Al Ma’mur Ujang Jasimin.

Pengembangan dengan menghimpun sebagian warga di Aquarium Village di Lebaran 2018, dinilai oleh masyarakat yaitu titik balik mereka dalam mencari hak untuk tinggal di tempat itu.

” Th. itu memanglah adalah titik balik untuk warga setempat yang ditandai dengan selesainya pembangunan shelter pada bln. Maret serta selesainya musala pada bln. Mei, ” kata Koordinator Desa Dharma Diani Aquarium yang juga menitikkan air mata saat berjumpa sesudah id shalat. Diluar itu, kembalinya kartu jati diri masyarakat mereka.

” Dengan ini seluruhnya, saya serta warga yang lain seperti disadari sebagai manusia, saya berharap di hari esok keadaan warga tambah baik, ” kata Dharma Diani.

Titik balik juga dirasa oleh Kahar (21) yang mengakui tinggal di Aquarium Village mulai sejak lahir serta mulai sejak th. lantas ia mengontrak suatu kamar untuk terus dekat dengan tempat kerjanya yang ikut serta dalam produksi jendela.

Th. itu, dia mengambil cuti untuk berjumpa orang tuanya di Desa Aquarium yang tambah baik dikondisikan dari pada dua th. paling akhir.

” Itu selebaran Lebaran pertama mulai sejak penggusuran, cerita sedih tempo hari telah mulai dilupakan, ” kata Kahar.

Walau sebenarnya, th. itu, menurutnya, relatif banyak warga lokal yang dapat menebar di kampung halaman semasing dengan tenang.

” Memanglah, sesudah digusur, banyak yang sedih serta menangis, mereka seluruhnya bingung, karenanya, tak pulang ke tempat tinggal, ” tuturnya.

Desa Akuarium berbarengan dengan tiga daerah padat masyarakat yang lain di dekat Pelabuhan Sunda Kelapa (Kampung Luar Batang, Pasar Ikan, serta Pasar Ikan) digusur mulai sejak 2016 oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Korban penggusuran beberapa orang yang KTP Jakarta diarahkan untuk tempati beberapa flat.

Ketika ini Pemerintah Propinsi DKI Jakarta mendeklarasikan pembongkaran beberapa daerah itu dengan cara sah lantaran tempatnya adalah lokasi cagar budaya serta tanah pemerintah yang direkam oleh sebagian sumber. Nama Kampung Aquarium di ambil dari histori tempat yang pernah jadi kompleks serta laboratorium riset beragam type ikan oleh Instansi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia (LIPI) dilengkapi dengan akuarium kaca besar.

Sesudah kompleks riset dipindahkan ke daerah Sunter Agung pada th. 1978, daerah ini beralih jadi asrama polisi yang juga tak lama selanjutnya. Berangsur-angsur di th. 80-an orang mulai berdatangan serta tinggal di daerah ini hingga diresmikan pada th. 2016.

Gagasannya, Pemprov DKI Jakarta saat itu bakal membenahi ruang satu lokasi dengan Museum Bahari yaitu lokasi wisata bahari Jakarta.

Tetapi, saat ini Pemerintah Propinsi DKI di masa kepemimpinan Anies Baswedan bakal kembalikan daerah itu sebagai pemukiman masyarakat. Langkah pertama yaitu bangun selter sebagai tempat penampungan sesaat untuk beberapa korban evakuasi.

Terkait dengan ini, aktivis serta seniman Ratna Sarumpaet yang mengakui kerap Idat Salat di Aquarium Village mulai sejak penggusuran berlangsung sampai hari itu. Menurut dia, pada 2018 keadaan di Aquarium Village belum ada perkembangan.

” Dibanding th. pada awal mulanya, itu belum ada perkembangan dengan yang ada

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top