Usai Peras Pemotor yang Ibunya Sakit, Begini Nasib Bripka TA

Usai Peras Pemotor yang Ibunya Sakit, Begini Nasib Bripka TA

Berita Online 0 Comment

Usai Peras Pemotor yang Ibunya Sakit, Begini Nasib Bripka TA

usai Peras Pemotor yang Ibunya Sakit, Begini Nasib Bripka TA

eroerojp.com, Bripka TA, seseorang perwira polisi yang tertangkap menarik pungutan liar (pemerasan) atau pemerasan pada golongan miskin dalam video viral, dikerjakan.

Anggota Lantas Lintas Polisi di Palembang tengah dibebaskan serta di check di Bagian Profesional serta Keamanan (Bidpropam) Polda Sumatera Selatan.

Ditulis oleh Tribun-Video. com dari Kompas. com, Kamis (5/4/2018), hal tersebut di sampaikan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal (Pol) Zulkarnain Adinegara, Kamis (5/4/2018).

Bacalah juga : Waspada! Sepelekan Sakit Kepala & Demam, Pemuda Ini Meninggal 2 Minggu Kemudian, Kisahnya Viral!

” Saya prihatin dengan peristiwa ini, saat ini telah diolah di Propam, itu telah tidak dikosongkan (bebas bea), ” kata Zulkarnain saat di konfirmasi Kompas. com, Kamis (5/4/2018).

Menurut Zulkarnain, bila korban melapor ke TKP serta Bripka TA dapat dibuktikan memeras, jadi dia tidak bebrapa enggan memecat anggota.

” Itu masih tetap di check dahulu, bila korban melapor ke kejahatan umum masalah pemerasan, itu dapat dipecat, ” kata jenderal bintang dua itu.

Terlebih dulu, Bripka TA tertangkap dalam video di Youtube yang diupload benni eduward, Selasa (3/4/2018).

Benni tanpa ada takut mengungkap tingkah laku Politisi di satu bangunan kosong yang tersembunyi.

Tampak anggota kepolisian yang lakukan razia untuk bersantai di komplek Makam Pahlawan, Palembang itu.

Mereka disebutkan sudah membayar pemerasan atas beberapa pengendara.

Benni mendekati polisi untuk temani beberapa siswa sebagai korban retribusi memohon uangnya kembali.

Dia terasa menyesal karna siswa barusan kembali dari penebusan obat ibunya yang baru usai.

Garis kaos siswa sudah disuruh uang Rp50 ribu oleh polisi.
Awalannya dia disuruh Rp100 ribu, tapi cuma ada Rp20 ribu di dompetnya.

Dia juga menghubungi rekan-rekan kuliahnya untuk datang ke lokasi penyerbuan serta meminjamkannya Rp50 ribu.

Sesudah uang diberi, nyatanya siswa yg tidak mempunyai SIM serta tidak menyalakan lampu merubah fikirannya.

Dia menyebutkan bersedia melakukan persidangan serta menginginkan ambil uangnya dari polisi.

Atas keinginan Benni, polisi juga pesan siswa.

Tetapi, polisi bahkan juga memberi ticket slip biru walau korban inginkan persidangan.

Diluar itu ia juga tidak mengaku sudah bertindak ilegal.
Uang sebesar Rp50 ribu yang dipunyai siswa itu tidak dikembalikan.

Benni lalu memaksa polisi serta mengungkap kalau korban tidaklah orang kaya serta perlu uang karna ibunya sakit.

Polisi geram serta mendekati Benni dengan pergerakan akan memukul.

Benni lalu memberikan laporan petugas polisi kasar ke Propam lewat telepon.

” Mari kita viralkan serta yakinkan semuanya individu dalam sistem sesuai sama hukum yang berlaku karna sudah tidak mematuhi Kejahatan Pasal 209 KUHP serta Pasal 1 & 2 UU No. 11 th. 1980 dengan hukuman maksimum 5 th. penjara serta denda maksimum Rp 15. 000. 000 ” Benni pada gambaran video.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top