Zico dan Josua, Dua Anak Muda yang Berani Gugat UU MD3 ke MK

Zico dan Josua, Dua Anak Muda yang Berani Gugat UU MD3 ke MK

Berita Politik 0 Comment

Zico dan Josua, Dua Anak Muda yang Berani Gugat UU MD3 ke MK

Zico dan Josua, Dua Anak Muda yang Berani Gugat UU MD3 ke MK

eroerojp.com, JAKARTA, – Ruangan Konferensi Mahkamah Konstitusi (MK) mulai diam waktu dua pemuda kenakan pakaian hitam keluar. Cuma sedikit pembicaraan yang dibarengi langkah mereka.

Tetapi, itu tidak berjalan lama. Diluar tempat tinggal, lebih dari 10 siswa dengan almamater kuning menunggunya.

Sebagian langkah sesudah keluar dari pintu Mahkamah Konstitusi, jabat tangan dengan pendekatan perkataan selamat pada ke-2 pemuda itu.

Bacalah juga : Fahri Hamzah: Pasti Jokowi Kalah Lawan Prabowo

Mereka yaitu Zico Leonard Djagardo Sumanjuntak (21) serta Josua Satria Collins (20), dua pemuda yang memajukan tuntutan hukum pada MPR, DPR, DPD serta DPRD atau UU MD3 ke Mahkamah Konstitusi.

Zico serta Josua datang dari satu diantara almamater yang sama, Fakultas Hukum Kampus Indonesia (UI).

Sekarang ini Zico masih tetap terdaftar jadi mahasiswa Fakultas Hukum UI. Disamping itu, Josua telah jadi alumni UI mulai sejak lulus pada Februari 2018.

Keduanya yaitu penggugat individu dari Hukum MD3. Terkecuali Zico serta Josua, ada pula dua penggugat dari Undang-Undang, Komunitas Studi Hukum serta Konstitusional (FKHK) serta Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dari ke-3 penggugat UU MD3 itu dapat disebut Zico serta Josua yaitu ” tempo hari siang anak lelaki “. Pasalnya, FKHK yang di pimpin kuasa hukum Irmanputra Sidin ini banyak di kenal jadi pakar hukum konstitusional.

Sesaat PSI di pimpin oleh advokat memiliki pengalaman Kamaruddin. Dia juga terdaftar memajukan permintaan pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 mengenai Pemilu.

Walau sekurang-kurangnya memiliki pengalaman, Zico serta Josua tunjukkan kalau keduanya mempunyai kedudukan yang sama di mata hukum.

” Ini yaitu pengalaman pertama kami (memajukan tuntutan hukum di Mahkamah Konstitusi), ” kata Josua waktu bicara.

Meskipun demikian, Zico serta Josua telah akrab dengan persidangan di Mahkamah Konstitusi. Terlebih dulu, mereka tidak sempat ikuti konperensi konstitusi yang di gelar Mahkamah Konstitusi satu tahun lebih kemarin.

Dengan modal ” simpel “, Zico serta Josua nekat untuk menuntut Pasal 122 huruf k dari Undang-Undang MD3 yang Dewan Kehormatan Dewan (MKD) bisa ambil aksi hukum serta/atau aksi beda pada beberapa orang yang merongrong kehormatan DPR serta anggota DPR.

Dalam dalil-dalil yang diserahkan dihadapan majelis hakim MK, Zico serta Josua berasumsi artikel itu mempunyai semangat untuk menghukum beberapa orang yang mengkritik DPR atau anggota DPR.

Hakim MK sendiri memberi beragam catatan mengenai permintaan judicial review UU MD3 yang diposkan oleh Zico serta Josua. Meskipun demikian, beberapa hakim memberikan pujian pada keberanian ke-2 pemuda itu.

” Semangat adik-adik ini mengagumkan, pemuda ini, juga akan diperbaiki, ya, ” kata hakim MK Suhartoyo.

Zico mengaku kalau ada banyak hal yang butuh dikoreksi dalam dokumen judicial review MD3 Act yang diserahkan ke Mahkamah Konstitusi.

Selain itu, hadirnya Zico serta Josua tunjukkan semangat baru, keberanian golongan muda yang terasa hak konstitusional diancam juga akan bertindak hukum ke Mahkamah Konstitusi.

Untuk Zico serta Josua, tidaklah perlu cemas terlalu berlebih waktu membawa masalah ke Mahkamah Konstitusi. Oleh karenanya, Mahkamah Konstitusi yaitu tempat yang disiapkan oleh negara untuk tiap-tiap warga negara yang terasa hak konstitusional terancam oleh ketentuan perundang-undangan.

” Tapi kami menginginkan berikan preseden, umpamanya janganlah takut, tiap-tiap orang yang mempunyai kerugian konstitusional mari kita maju mensupport hak konstitusional kita di Mahkamah Konstitusi, ” kata Zico.

Session uji materi MD3 juga akan diawali pada tanggal 20 Maret 2018. Sepanjang 14 hari selanjutnya, pemohon di beri saat untuk melakukan perbaikan beberapa hal yang dipandang hakim.

Author

Leave a comment

Back to Top