Kisah Penarik Perahu Tambang, Pahlawan Sungai Tuntang

Kisah Penarik Perahu Tambang, Pahlawan Sungai Tuntang

Berita Online 0 Comment

Kisah Penarik Perahu Tambang, Pahlawan Sungai Tuntang

Kisah Penarik Perahu Tambang, Pahlawan Sungai Tuntang

eroerojp.com, DEMAK, – Langit masih tetap jelas terang. Tetapi, sebagian profil sudah repot berkeliaran di sekitaran persimpangan Kali (Sungai) Tuntang yang membelah sebagian kabupaten di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Untuk masyarakat desa di Demak timur yang juga akan lakukan perjalanan ke daerah perkotaan di seberang sungai, begitu menolong bila ada kano yang membawa mereka bersama barang bawaannya.

Tanpa ada transportasi air yang ada di dermaga feri, mereka mesti berputar-putar bermil-mil ke daerah perkotaan serta garis pantura Demak dengan beragam kepentingan.

Bacalah juga : Stephen Hawking Meninggal Dunia

Kano memiliki 10 memerlukan paling tidak dua awak untuk menjalankannya.

Langkah kerjanya begitu simpel. Penumpang yang rata-rata mengendarai sepeda motor berbaris, lantas ” nakhoda ” mulai beraksi dengan menarik ranjau yang membentang dari pinggir sungai ke ujung yang lain.

Sesaat ” asisten kapten ” bertugas menyeimbangkan serta tersenyum pada penumpang.

Pemakai service kano ini beragam dari umur ke profesi, dari mulai anak-anak sekolah, pekerja, pedagang, guru, karyawan, sampai pegawai kantor.

Umumnya sembari menanti kapal diangkut, penumpang juga akan bercanda atau sama-sama ajukan pertanyaan keduanya.

Matahari belum juga bergerak jauh dari cakrawala timur waktu Kompas. com berkunjung ke dermaga yang membatasi Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, dengan Desa Sumberejo, Kabupaten Bonang.

Tampak antrian panjang calon penumpang yang lalu dioperasikan oleh pasangan suami istri, Solikudin (36) serta Musripah (32).

Warga Babadan, Kabupaten Bonang, tengah repot mengatur penumpang serta melindungi keseimbangan supaya perahu tidak bergetar.

Kadang-kadang istri mesti mengunjunginya anak bungsunya, Qurotul Ain (5), yang terbaring di tepi sampan. Gadis TK itu selalu merengek serta terbatuk.

Penumpang penuh, keduanya lantas menarik tambang supaya kapal dapat menyeberang.

” Orang disini menyebutkan kalau pekerjaan yang kita kerjakan dimaksud tambang, ” kata Solikudin.

” Saya umum mencari pelawak, tak ada pekerjaan beda, saat ini cuma pekerjaan tambang.. Kalkulasi loketnya menolong orang yang lain, ” kata Solikudin pada Kompas. com, Rabu (7/3/2018).

Solikudin tidak sendiri. Bersamaan arus Sungai Tuntang yang menguap di pantai utara Jawa, paling tidak ada 14 service seperti tambang.

Sesudah subuh, Solikudin serta istrinya pergi untuk buka service tambang hingga jam 22. 00 WIB.

Tak ada tarif spesial untuk jasanya, tiap-tiap orang berikan cost Rp 1. 000 – Rp 2. 000, kadang-kadang juga tak ada yang berikan sekalipun.

” Tak ada tarif, seikhlasnya saja, janganlah beri juga apa-apa, saya punya niat menolong warga, ” tuturnya.

Dari usaha pertambangannya, Solikudin mengakui cukup memenuhi keperluan keseharian serta cost sekolah, terlebih putra tertuanya, Siti Rohmawati yang masih tetap duduk di bangku SMP III.

Hasil jasanya tidak tentu. Dalam satu hari ia peroleh uang Rp 75. 000 – Rp 150. 000, bahkan juga kadang-kadang juga tidak memperoleh hasil waktu banjir datang.

” Baru Rp 1. 000 saja, waktu Sungai Tuntang meluap hingga tak ada yang berani menyeberang, ” tuturnya waktu mesem.

Aktor service penambangan yaitu pahlawan untuk mereka yang memakai penyeberangan ini.

” Bapak ini (Solikudin) yaitu pahlawan untuk kami, ” kata Fatmawati, seseorang siswa SMA SMA 1 Karangtengah.

Hal seirama juga di sampaikan Nisa (20), perusahaan penebangan kayu di Karangtengah, Demak. Dengan service tambang, perjalanan dari tempat tinggal ke tempat kerja makin dekat.

” Bila lewat jalan raya itu betul-betul berputar-putar serta jauh, dengan tambang ini, kita dapat melalui jalan pintas serta lebih dekat ke pabrik, ” tuturnya.

Dengan buka service tambang ini, paling tidak Solikudin serta istrinya jadi pahlawan untuk beberapa ratus orang.

Diluar itu, service feri juga berperan jadi penghubung ekonomi sebagian desa di kecamatan Karangtengah serta Bonang.

Author

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top